Desa yang Indah di Pesisir Laut dengan Kekayaan Alam Tambang
Desa Hakatutobu merupakan salah satu dari 12 Desa/Kelurahan di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka yang definitif dengan nama Desa Hakatutobu.
Desa Hakatutobu memiliki sejarah yang cukup panjang. Awalnya,pada tahun 1979, daerah ini dikenal sebagai kantobu. Tiga tahun kemudian,
namanya berubah menjadi Kampung Baru. Pada tahun 1982, Hakatutobu menjadi pusat budidaya teripang dan rumput laut, dengan kondisi air
yang masih sangat jernih. Kemudian, daerah ini berkembang dan menjadi desa dengan nama Hakatutobu.
Kantobu (1979): Desa Hakatutobu belum terbentuk. Daerah ini dikenal sebagai kantobu.
Kampung Baru (1982): Nama kantobu berubah menjadi kampung baru. Pada masa ini, Hakatutobu mulai dikenal sebagai pusat budidaya teripang dan rumput laut,
dengan kondisi air yang masih sangat bersih.
Desa Hakatutobu: seiring waktu, daerah ini berkembang dan kemudian resmi menjadi sebuah desa dengan nama Hakatutobu.
Tahun 1997-1998 (Desa Persiapan). Di tahun 1998 ini diadakan pemilihan dan dipilihlah kepala desa atas nama Abd. Hakim, ia memerintah selama kurang lebih
7 tahun (2 tahunnya termasuk desa persiapan), kemudian pada tahun 2004 digantikan oleh H. Abd. Gafur selaku pendiri Desa Hakatutobu, beliau menjabat sampai
tahun 2008 dikarenakan pada tahun 2008 tersebut H. Abd Gafur meninggal dunia karena sakit, kemudian masa pemerintahannya dilanjut oleh Plt. Ruslan Gafur
(selaku sekretaris desa saat itu) sampai akhir tahun 2011, kemudian di tahun 2011 ini diadakan kembali pemilihan kepala desa dan diangkatlah Nurdin BSC
sampai tahun 2017, di tahun 2017 ini diadakan kembali pemilihan kepala desa bernama Ruslan Gafur yang dimana beliau pernah meneruskan jabatan H. Abd Gafur di
tahun 2008-2011.
Ruslan Gafur menjabat menjadi kepala desa hingga saat ini.
Dan dari masing-masing kepala desa telah berupaya untuk meningkatkan pembangunan baik secara fisik maupun non fisik, dan sampai sekarang banyak kemajuan yang ada di Desa
Hakatutobu.
Demikianlah kronologis atau sejarah singkat Desa Hakatutobu.
Alamat: Desa Hakatutobu, Kec. Pomalaa, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara
Desa Hakatutobu terletak di pesisir pantai dengan pemandangan laut yang indah dan dikelilingi oleh kawasan tambang yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Kepala Desa
Sekretaris
Kasi Pemerintahan
Kasi Kesejahteraan
Kasi Pelayanan
Kaur Umum
Kaur Keuangan
Kaur Perencanaan
Kepala Dusun
Kepala Dusun II
Kepala Dusun III BMW
Kepala Dusun IV TRANS
Jiwa (Data Tahun 2024)
Kepala Keluarga (KK)
Jiwa Laki-Laki
Jiwa Perempuan
KK Laki-Laki
KK Perempuan
Dusun Terdata
Tempat ini menawarkan pengalaman melihat budidaya ikan secara langsung. Pengunjung bisa belajar proses pemeliharaan ikan sambil menikmati suasana alam sekitar yang tenang.
Pulau kecil ini tidak berpenghuni, dengan pemandangan laut yang tenang dan alami. Cocok untuk bersantai, jalan-jalan di sekitar pulau, atau menikmati suasana alam.
Pulau Padamarang menawarkan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang memukau. Pantainya berpasir putih dengan air laut jernih, ideal untuk snorkeling, berkemah, atau bersantai.
Hasil tangkapan nelayan lokal dan budidaya perikanan (teripang, ikan kerapu, lobster) langsung dari perairan Hakatutobu.
Berbagai jenis kue tradisional dan olahan makanan rumahan lainnya yang dibuat oleh warga desa.
Meliputi hasil kerajinan tangan dari kayu, produk jahitan, serta layanan perbengkelan dan jasa tukang bangunan yang disediakan oleh warga terampil.
Meskipun bukan mayoritas, desa ini juga menghasilkan komoditas perkebunan seperti jambu mente, karet, dan cengkeh dari lahan milik perorangan.
Sebagian besar masyarakat Desa Hakatutobu menggantungkan hidup sebagai nelayan. Mata pencarian utama meliputi budidaya teripang, ikan kerapu, dan lobster.
Sebagian besar warga bekerja di perusahaan tambang yang berada di sekitar desa, seperti PT. Antam, PT. IPIP, PT. AKAR MAS, PT. PMS, dan PT. Vale.
Mencakup pedagang dan berbagai jenis wiraswasta. Termasuk industri rumah tangga seperti tukang kayu, tukang jahit, dan pembuat kue tradisional.
Meliputi Pegawai Swasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Guru Swasta.